26 June 2020

Platform Ideal untuk Belajar di Era New Normal

Sebagian dari kita pasti tak asing lagi dengan istilah New Normal. Setidaknya, istilah itu telah cukup sering digembar-gemborkan selama beberapa pekan terakhir, sebagai jawaban dari pandemi virus corona yang belum juga menampakkan tanda-tanda akan berakhir, setidaknya di Indonesia. Kini, semua sektor bersiap menjalani tatanan kehidupan baru yang dimaksud, tidak terkecuali dunia pendidikan.  Mulai dari bagaimana cara melakukan aktivitas di luar rumah hingga menciptakan sebuah atmosfer yang menyenangkan saat belajar. Untuk itu, kita perlu platform belajar di era new normal yang bisa mengakomodasi kebutuhan stake holder pendidikan.
Pun demikian, penerapan social distancing sebagai faktor utama New Normal bagaimanapun menciptakan tantangan tersendiri bagi mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan, yang biasanya mempertemukan guru dengan murid sebagai upaya melangsungkan proses belajar mengajar yang menyenangkan.
Karena itu, para pelaku dunia pendidikan wajib mencari solusi terkait bagaimana proses belajar mengajar bisa tetap dilangsungkan, tanpa mengabaikan peran guru sebagai pengajar. Dengan kata lain, dibutuhkan media untuk memfasilitasi para guru agar tetap bisa menunaikan tugasnya sebagai pengajar. Sementara siswa, menunaikan kewajibannya untuk belajar dengan baik. Walaupun tanpa kehadiran guru di hadapannya, dan hanya dari rumah.
Inilah mengapa sebuah platform pembelajaran jarak jauh idealnya tidak untuk menggantikan peran masing-masing stake-holder yang ada di ekosistem sekolah, baik itu guru, orang tua dan sekolah itu sendiri. Karena sejatinya, pendidikan lebih dari sekadar perpustakaan literasi. Pendidikan butuh sistem yang tidak hanya akan membuat siswa pintar secara akademis, tapi juga berkarakter. Dan lebih dari itu, siswa butuh interaksi untuk mendapatkan bimbingan, agar proses belajarnya lebih terarah.
Jadi, jika kita bicara New Normal di dunia pendidikan, maka idealnya adalah bagaimana institusi pendidikan formal seperti sekolah bisa tetap menjalankan fungsinya dengan segala keterbatasan yang ada. Sehingga jikapun keadaan mengharuskan siswa tetap belajar dari rumah, maka payung utamanya harus tetap sekolah. Siswa harus tetap bisa belajar dengan guru-gurunya di sekolah, belajar sesuai dengan kurikulum dan standar sekolahnya masing-masing, hingga mendapatkan evaluasi pembelajaran (rapor).
Nah, berikut adalah beberapa platform yang menurut kami ideal atau paling tidak bisa membantu sekolah dan ekosistem yang ada di dalamnya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dimasa New Normal sekarang ini.

Kelas Pintar

Platform ini menawarkan solusi belajar lengkap untuk siswa SD, SMP, sampai SMA yang bisa diakses setiap hari. Siswa bisa belajar sesuai dengan karakter masing-masing, baik secara visual, audio, maupun kinestetik.
Secara sederhana, platform ini menawarkan literasi yang lengkap. Semua materi dan jumlah mata pelajaran sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku. Dan menariknya, materi pelajaran tersebut juga tidak hanya disediakan dalam bentuk buku elektronik, tapi juga disajikan dalam format presentasi, audio, dan video.
Dan karena platform ini memang khusus dikembangkan untuk pendidikan, di dalamnya terdapat metode pembelajaran yang sistematis. Mereka menyebutnya metode LPT atau Learning, Practice dan Test. Dengan metode ini, proses belajar siswa dimulai dengan mempelajari materi, lalu dilanjutkan dengan berlatih soal, dan kemudian mengikuti test. Outputnya adalah siswa akan mendapatkan nilai, dan nilai tersebut akan tercantum di dalam rapor.
Menariknya, sistem pembelajaran mandiri yang dikembangkan oleh Kelas Pintar ini juga dilengkapi fungsi yang memungkinkan ekosistem pendidikan di sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, dengan fitur yang punya nama sama yaitu “sekolah”, siswa bisa belajar dari guru-nya di sekolah dengan pengalaman belajar layaknya di sekolah, demikian juga dengan guru.
Sederhananya, platform ini memungkinkan proses pembelajaran di sekolah berlangsung seperti biasa. Disini guru bisa mengajar di kelas dan berinteraksi dengan muridnya, murid bisa bertatap muka dengan guru dan murid lainnya, guru bisa memonitor murid-muridnya, memberikan catatan melalui whiteboard, menggelar ujian dan me-rekap hasil ujian, sampai memberikan rapor. Hampir semua aktifitas yang biasa dilakukan di sekolah, bisa dilakukan melalui platform ini secara online. Secara umum, platform ini cocok untuk model pembelajaran jarak jauh dimana siswa belajar dari rumah, dan guru mengajar dari sekolah.
Selain menawarkan literasi lengkap dan sistem pembelajaran, platform ini juga dilengkapi fitur TANYA untuk membantu siswa saat mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Ada juga produk SOAL yang khusus didedikasikan untuk membantu siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Simak video berikut :

1MURID : Murid dapat mengakses berbagai variasi materi pelajaran, latihan soal dan tes di Kelas Pintar, serta membuat Grup belajar dan mengerjakan Tugas dari guru.




2. GURU : Guru/Mentor dapat melakukan aktivitas belajar mengajar secara online, berinteraksi secara virtual, memberikan Tugas, PR, dan Project serta melakukan Ujian secara online yang dilengkapi fitur Monitoring



3. ORANG TUA : Orang Tua dapat memantau perkembangan belajar anak, mulai dari jadwal belajar, penyelesaian tugas sampai ke performa nilai rata-rata anak untuk setiap mata pelajaran. 


Info selengkapnya klik : https://www.kelaspintar.id/

Google Classroom

Dikembangkan oleh Google, platform ini ditujukan untuk menyederhanakan, mendistribusikan, dan menilai tugas dengan cara virtual, alias tanpa kertas. Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Dimana Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan pengiriman penugasan, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, serta Google Calendar untuk penjadwalan.
Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan pekerjaan untuk dinilai oleh guru. Jadi, alih-alih meninggalkan peran guru dalam proses belajar mengajar, platform ini sebaliknya, memfasilitasi tugas guru sebagai pengajar.
Meski begitu, Google Classroom bukannya tidak punya kekurangan. Jika bicara tentang kuis dan tes, platform ini belum bisa memberikan itu secara otomatis untuk murid. Pun begitu, google menyiapkan google form yang bisa digunakan untuk melakukan test secara online.



Secara umum, Google Classroom lebih cocok untuk pengalaman belajar campuran daripada program sepenuhnya online. Atau paling tidak bisa jadi solusi sementara saat Sekolah membutuhkan platform belajar di era new normal untuk menggelar pembelajaran jarak jauh.

Baca juga : Ruang Kelas Google 

Zoom

Zoom merupakan sebuah platform yang dapat melakukan konferensi jarak jauh dengan menggabungkan konferensi video, pertemuan online, obrolan, hingga kolaborasi seluler. Platform ini banyak digunakan sebagai media komunikasi jarak jauh. Bukan saja untuk perkantoran, tetapi juga kampus dan sekolah.
Dibuat oleh Eric Yuan, Zoom sendiri sebenarnya telah dirilis sejak 2013, serta dapat diakses melalui website, baik untuk OS Mac, Windows, Linux, iOS, maupun Android. Baru pada tahun 2020, seiring merebaknya pandemi virus corona, yang mengharuskan bukan saja para pekerja untuk bekerja dari rumah, tetapi juga siswa belajar dari rumah, platform ini populer.
Sebagai media pembelajaran online, Zoom memungkinkan guru dan murid bertatap muka secara virtual, dan menggelar proses belajar mengajar. Menariknya lagi, fitur terbaru dari platform bahkan dapat membatu pelajar untuk menyalin percakapan selama konferensi dalam dalam bentuk teks transkrip. Hal tersebut tentunya membantu murid ketika ada beberapa hal yang terlewat atau ketika ingin mencatat hal yang penting.
Meski begitu, menggunakan platform ini tidak lantas membukanya dan belajar. Baik guru maupun murid perlu mendaftar akun dengan menggunakan email sekolah. Kabar baiknya, ini gratis. Alamat itu kemudian akan diverifikasi oleh Zoom.

Ketika domain sekolah memiliki akses dengan Zoom, maka Zoom bisa digunakan untuk pertemuan secara daring, dengan hingga 100 partisipan. Zoom juga memungkinkan penggunanya menjadwalkan hingga merekam keseluruhan konferensi. Memang, hanya 40 menit video conference untuk rapat kelompok yang tersedia, namun pengguna, dapat mengulang lagi jika durasi sudah habis.

Info selengkanya klik : https://zoom.us/

---
Sumber : https://telset.id

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Scholarship Information :

Posting Terkini di e-Newsletter Disdik :

Arsitektur today :