If you plan for a year, plant a seed.
If for ten years, plant a tree.
If for a hundred years, teach the people.
When you sow a seed once, you will reap a single harvest.
When you teach the people, you will reap a hundred harvest
(Kuan-Tzu, 551-479 BC)
07 Agustus 2009
25 Juli 2009
Mailinglist SBI Sumatera Barat, lahir dalam pelatihan sebagai forum komunitas baru bagi guru SBI se Sumatera Barat.
Gambar halaman depan website millist SBI Sumatera BaratMotto : "Berkopetensi unggul dalam kompetisi, berwawasan global, bernuansa religius beradat basandi syarak syarak basandi kitabullah"
Pelatihan TIK untuk guru SBI di UPTD. Balai Tekkomdik telah melahirkan mailinglist SBI Sumatera Barat. [ http://groups.yahoo.com/group/sbi_sumbar/ ]. Pelatihan TIK untuk guru SBI se Sumatera Barat ini direncanakan empat gelombang, masing-masing gelombang melatih sebanyak 50 orang guru. Gelombang pertama telah berlangsung dari tanggal 20 sd 24 Juli 2009, untuk gelombang berikutnya yaitu gelombang ke 2, 3 dan ke 4 akan berlangsung pada minggu ke 1, 2 dan ke 3 bulan Agustus 2009 ini, bertempat di ruang pelatihan UPTD. Balai Tekkomdik Propinsi Sumatera Barat Jalan Jend. Sudirman No. 52 Padang.
Materi pelatihan TIK meliputi pengenalan pembuatan media pembelajaran (presentasi) dalam kelas, seperti microsoft power point, macro media flash, dan pengenalan internet diantaranya membuat email, weblog dan mailinglist. (beberapa matererinya dapat didownload klik disini).
Anggota Mailinglist SBI Sumatera Barat ini diharapkan tidak hanya peserta pelatihan tetapi sangat diharapkan sekali untuk bergabung adalah semua guru yang mengajar di sekolah yang berstatus SBI, pengawas sekolah baik tingkat kabupaten/kota maupun pengawas tingkat propinsi serta para pejabat pengambil kebijakkan di dinas-dinas pendidikan di Sumatera Barat.
Selamat kita ucapkan pada Bapak dan Ibu guru SBI semoga forum komunitas di dunia maya atau mailinglist SBI Sumatera Barat tersesebut mampu menjembatani dan mempersingkat jarak, ruang dan waktu antar sekolah yang berstatus keunggulan SBI dan pengawas serta pejabat pengambil kebijakan di Sumatera Barat.
Nah, netters Anda guru SBI Provinsi Sumatera Barat, silahkan bergabung disini :
13 Maret 2009
Kuliah hari ini : New Insights into Technology, Innovation and Entrepreneurship
About the Lecture
Are there any formulas for simultaneously achieving technological innovation and steady growth on a global basis? Ed Roberts believes companies must continuously access and leverage technical resources, which means they must not “just think globally but locate globally.” This strategy also involves allying with R&D partners, including licensing to and from them; outsourcing when appropriate; and investing early in energetic, capable entrepreneurial firms. Roberts’ research suggests that American and European companies are beginning to pursue these goals, with 35% of them reporting R&D activities outside of their home countries. He notes as well the increasing return of U.S.-educated foreign entrepreneurs to their home countries, which will “dramatically over time lessen the problem of overseas alliances and investment relationships.”
Frank Douglas describes the transformation over time of the pharmaceutical company, Aventis, with which he had a long tenure. In 1992, he joined what was then Marion Merrell Dow, whose three major products constituted 80% of sales. Douglas saw this as “a company in survival mode,” and came up with a plan for getting new products in the pipeline. His method involved a “fast-cycle concept, to make multidisciplinary teams the unit of innovation,” and to locate these units in different locations globally. Employees who did not contribute “to building a matrix organization” did not last long, says Douglas. In a matter of years, 54 projects emerged, with 300 scientists working on them. With the help of the decoded human genome, there emerged “a community of practice,” and common platforms that led to sharing of information and a swifter path to clinical trials.
Gerry Mooney views innovation not as a choice but “as a matter of survival.” His company, IBM, learned to make growth and innovation a “natural act.” His suggestion for other companies seeking to follow the same path: Don’t get preoccupied with current markets, or even with projects that promise revenue and profit in the early years, “but focus on what’s over the horizon.” IBM found that big opportunities lay in where new technologies were emerging, where industries collided. Since 2000, the corporation’s early business opportunity program has generated five ventures with more than $1 billion in revenue. IBM sought its customers’ insights, and tried to understand how to be a “catalyst, enabler in their growth.” It held roundtables to learn of innovations in new technologies, and then figured out if large and sustainable markets could be created for products taking advantage of these technologies. Mooney says it’s about “putting the right solution set together, and getting the right industry focus for that opportunity.” [MIT-Massachusetts Institute of Teknologi]
11 Maret 2009
Wahai para guru, mari mengubah cara bukan isi
Akan tiba saatnya sekolah tidak lagi terkungkung pada empat tembok yang membatasi. Tapi akan meluas dan melewati batas yang ada sekarang. Banyak sekali tipe kurikulum yang sudah dirancang dan diluncurkan namun sedikit banyak siswa-siswi kita sekarang bukan lah menjadi pengguna atau sasaran yang tepat dari kurikulum-kurikulum tersebut.
Siswa dan siswi kita sekarang tumbuh dalam dunia pertumbuhan dunia digital yang sangat cepat. Ada yang mengatakan perbandingannya 1:7 artinya satu tahun didunia nyata sama dengan 7 tahun di dunia digital. Sebuah percepatan yang luar biasa. Apa mau dikata siswa dan siswi kita berpikir dan berbicara dalam bahasa yang berbeda dengan kita. Mereka adalah pemilik dan penduduk asli dunia digital.
Digital Natives.
Siapakah mereka? Menurut Marc Prensky mereka adalah yang menghabiskan hidupnya dengan berbicara dan mengirim pesan lewat telepon genggam, mendengarkan musik menggunakan pemutar music digital. Bermain video games atau mengobrol lewat internet sampai berjam-jam. Singkat kata hidup mereka dikelilingi oleh alat-alat digital (gadget)
Jika anda mengajar mereka jangan bayangkan suasana kelas yang tenang dan senyap, yang terjadi terkadang mereka terdengar gaduh dikarenakan biasa berkolaborasi satu sama lain, serta melakukan segalanya saat bersamaan (multitasking).
Digital Immigrants
Analogi gambar sebuah kamera digital akan menjelaskan fenomena tipe penduduk ini di dunia digital. Digital Immigrants akan mengatakan bahwa kamera digital adalah kamera digital, karena pernah mengenal kamera yang belum menjadi digital, ingat kamera yang menggunakan roll film yang kemudian dicetak dan memakan waktu untuk melihat karena harus menunggu beberapa lama. Sementara kaum digital natives akan mengatakan kamera digital adalah 'kamera' tanpa embel-embel digital, dikarenakan saat mereka lahir yang ada hanyalah kamera jenis tersebut.
Terkadang perbedaan jurang antara dua generasi ini kerap menimbulkan masalah, padahal siswa-siswi kita yang nota bene adalah digital natives akan senang sekali jika kita (digital immigrants alias guru dan orang dewasa uang ada di sekitar mereka) menunjukkan minat pada hal-hal yang berbau digital dan bisa menjadi pegangan dan tempat mereka bercerita dan berbagi mengenai pengalaman mereka sehari-hari di dunia digital.
Sebab apakah kita tidak merasa iba jika mereka yang harus belajar dengan gaya `lama' (tanpa teknologi) ingat metode chalk and talk sementara tantangan buat mereka di masa depan akan jauh lebih berat dari yang kita hadapi sekarang. Ingat pendidikan adalah membekali siswa kita ke masa depan dengan cara yang juga `baru' tentu.
Banyak cara menuju keseimbangan antara dua generasi ini, dan bukannya tidak mungkin harmonisasi ini akan melahirkan generasi yang cakap teknologi sekaligus mempunyai kemampuan beretika yang matang dan dibutuhkan dalam kehidupan sebenarnya dimasa depan. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda tempuh;
- Saat membelajarkan siswa gunakan keingin tahuan mereka atas sebuah pengetahuan yang baru sebagai arah dalam pembelajaran. Kemudian lakukan pembuatan perencanaan pembelajaran yang memfasilitasi keingin tahuan tersebut, tentunya dalam batas kurikulum yang menjadi acuan anda.
- Buatlah proyek pembelajaran dimana setiap siswa bisa memberikan pendapat, pandangan bahkan masukan atas karya milik rekannya . Dengan demikian anda melatih mereka untuk berkolaborasi. Sebuah hal yang sangat penting yang dibutuhkan di abad 21.
- Terapkan prinsip inovasi, kolaborasi, keberagaman, keterampilan dan kesadaran sebagai warga global saat menggunakan teknologi dalam memperkaya pembelajaran. Dijamin siswa akan senag melakukan beberapa peran sekaligus saat yang sama yaitu; sebagai pengarang atau pencipta produk pembelajaran mereka, menjadi mentor saat memberi masukan kepada rekannya, yang terakhir menjadi ahli dalam menjelaskan produk pembelajaran yang dihasilkannya.
- Silahkan memilih `alat' atau tools untuk anda gunakan bersama siswa anda dikelas ada wiki, blog, youtube dan lain-lain
Memilih tipe pengujian (assessment) mana yang cocok untuk siswa-siswi kita di jaman ini. Menyiapkan kurikulum anda disekolah, apakah sudah menyiapkan siswa untuk menghadapi abad 21 yang bertumpu pada subyek inti yang ada sekarang, keterampilan berpikir dan belajar bagaimana belajar, keterampilan teknologi dan keterampilan hidup.
Dengan demikian wahai para guru, mari mengubah cara bukan isi.
Sumber : Guru Kreatif
15 Februari 2009
DIDAKTIKA : Guru Lawan Google
Guru SMA Kolese De Britto Yogyakarta
”It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change." (Charles Darwin)
Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan telah menjadi pilar utama penyempurnaan hidup di muka bumi. Akibatnya, berbagai perubahan harus selalu terjadi setiap saat.
Sesuai pernyataan Charles Darwin, jika manusia tidak ingin mengalami kepunahan, mereka harus memiliki sifat adaptif. Dalam menjalankan proses adaptasi tersebut diperlukan efektivitas untuk merespons perubahan.
Akibat perilaku yang harus adaptif ini muncul teknologi komunikasi yang mampu melintasi sekat ruang dan waktu. Perubahan di dunia dapat diketahui lewat sebuah laptop hanya dalam hitungan detik.
Agen pendidikan
Salah satu teknologi canggih yang mampu memfasilitasi ilmu pengetahuan adalah Google. Google yang lahir dari pertemuan tidak sengaja antara Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1995 telah membalikkan sekat keterbatasan informasi.
Embrio search engine yang diberi nama BackRub, pada tanggal 7 September 1998 berkembang sempurna menjadi Google. Mesin pencari supercanggih ini dapat mencari sebuah istilah hanya dalam satuan detik yang tersaji dalam jutaan situs internet.
Di dunia pendidikan, search engine ini mampu mengubah jejaring pemikiran para pelaku pendidikan. Seorang siswa dapat searching seluas-luasnya untuk mengeksplorasi sebuah pengetahuan baru. Dari mencari arti kata, materi pelajaran, sampai teknologi yang terkini dapat digali dengan mudah.
Banjir informasi menjadi fenomena yang sangat indah untuk dinikmati. Pemahaman tentang sebuah materi pelajaran pun terolah dengan lebih baik. Siswa tidak lagi harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli berbagai judul buku. Cukup klik dan dapat!
Para pendidik juga tidak ketinggalan atas kehebatan teknologi mesin pencari ini. Dari pencarian silabus, soal ulangan, sampai artikel ilmiah terbaru dapat diakses dengan mudah. Transfer ilmu pengetahuan antara guru dan siswa dapat berjalan dengan efektif. Libido ilmu pengetahuan yang selama ini terkekang sekarang dapat tersalurkan dengan nyaman.
Lebih dari Google
Suatu saat pernah seorang guru menjadi merah padam di depan kelas akibat Google ini. Pagi itu seorang siswa sudah ”sarapan” dengan mengakses perkembangan teknologi terbaru melalui fasilitas Google.
Kebetulan, materi pelajaran hari itu berhubungan dengan teknologi terkini yang ia temukan. Singkat cerita, di dalam kelas, siswa mencobai gurunya dengan bertanya seputar teknologi terbaru itu. Guru yang tadi pagi hanya sarapan nasi dan tempe itu akhirnya menjawab sekenanya, dan ternyata salah. Ia pun tergagap di depan kelas karena ditertawakan para murid akibat kesalahan yang ia lakukan.
Sekelumit gambaran tadi menunjukkan pentingnya seorang guru untuk selalu meng-up grade diri. Siswa masuk kelas bukan lagi dengan tidak bermodal, tetapi telah penuh dengan fantasi dan eksplorasi ilmiahnya.
Melihat situasi ini, lantas masih perlukah peran seorang guru? Bukankah Google lebih hebat daripada guru?
Jika seorang guru diadu dengan Google dalam kecepatan mengartikan, jelas guru akan kalah telak. Lalu, bagaimana nasib seorang guru selanjutnya?
Perlu diingat bahwa seorang guru bukan hanya pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai pendidik yang memanusiawikan manusia menjadi sempurna. Yesus Sang Isa Almasih pernah berkata, ”Jadilah kamu sempurna seperti Bapamu di surga sempurna adanya (Injil Matius 5:48)”.
Ilmu eling marang sangkan paraning dumadi (ingat akan tujuan kita diciptakan) menjadi bekal dasar seorang guru. Guru bukan sekadar pesaing dari Google sebagai alat mentransfer ilmu pengetahuan. Guru memiliki peran lebih untuk menyempurnakan kehidupan seorang pribadi agar serupa dengan Sang Khalik. Tidak hanya menjadikan siswa having, melainkan being.
Seperti dalam agama Hindu, guru bukan saja dinobatkan sebagai sang pembagi ilmu, tetapi sebagai tempat suci yang berisi ilmu (vidya). Hal ini semakin menguatkan peran guru yang sangat mulia.
Guru masih lebih unggul daripada Google karena guru mampu mengajarkan sisi humanis yang tidak dapat diberikan mesin pencari secanggih apa pun. Dalam kehidupan nyata tidak hanya diperlukan berlimpahnya ilmu pengetahuan dalam otak, tetapi juga sisi manusiawi agar bisa memanusiawikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan memanusiawikan manusia saat berelasi dengan pribadi lain.
Bukan kebun binatang
Jika guru tetap sebatas mentransfer ilmu, sekolah tidak jauh berbeda dengan kebun binatang. Sebenarnya pendidikan bukanlah proses ”penjinakan”, tetapi ”peliaran”. Pendidikan kita seharusnya berusaha ”meliarkan”, memunculkan sifat manusiawi sebagai sifat dasar yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada makhluk yang diberi nama manusia.
Pendidikan bukanlah seperti kebun binatang dengan hiburan sirkus binatang di dalamnya. Di dalam kebun binatang terjadi proses domestikasi, yaitu membatasi kehidupan liar binatang. Akibatnya, sifat hewani tidak akan muncul dari dalam kebun binatang.
Jeruji, tembok pembatas, dan ransum makanan menjadi cara untuk domestikasi. Atraksi berbagai binatang yang sering kita jumpai di kebun binatang semakin meyakinkan pembatasan kehidupan mereka. Para binatang tidak lagi diajar untuk bisa survive di kehidupan hewani liarnya, tetapi justru diajar untuk melakukan tindakan-tindakan aneh.
Mana mungkin di tengah hutan ada monyet naik sepeda. Mana mungkin di tengah samudra yang penuh kompetisi dapat diatasi lumba-lumba karena kecerdasannya dalam mengerjakan soal penjumlahan.
Jika guru telah lupa untuk mengajarkan sifat manusiawi suatu ilmu pengetahuan dan memanusiawikan peserta didik, pendidikan yang terjadi tidak jauh berbeda dengan situasi di kebun binatang.
Pemahaman kita perlu disegarkan kembali bahwa teknologi hanyalah hasil akhir dari ilmu pengetahuan yang bersifat material, bisa rusak, bisa berubah, dan suatu saat bisa tidak bermanfaat. Karena itu, interaksi antarmanusia yang didasari kontak teknologi belaka akan terasa kering karena bersandar pada nilai material.
Pendidikan tidak dapat bersandar pada teknologi semata, melainkan juga harus melibatkan hati yang dimiliki setiap pribadi manusia.
Akhirnya ungkapan Charles Darwin akan semakin tepat dan survive jika dipadu dengan ungkapan indah Mariah Carey dalam lagunya yang berjudul ”Hero”: If you look inside your heart… you know you can survive. (Jika engkau becermin ke dalam hatimu, engkau tahu bahwa engkau bisa bertahan!)
Sumber : Kompas,16 Februari 2009
10 Januari 2009
PRINSIP BELAJAR BAHASA INGGRIS YANG EFEKTIF
1. "Way of life”.
Jika kita belajar bahasa Inggris di negeri tempat bahasa tersebut digunakan sebagai Bahasa Ibu, umumnya kita akan lebih cepat menguasai bahasa tersebut karena kita setiap hari dikelilingi oleh bahasa Inggris, dari bangun tidur sampai kembali ke tempat tidur. Hal ini disebabkan karena bahasa Inggris telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita.
Demikian pula yang harus kita lakukan di Indonesia, jika kita ingin belajar bahasa Inggris dengan efektif: kita harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari kehidupan kita. Artinya, kita harus mencoba menggunakannya setiap hari di mana mungkin. Untuk itu, kita bisa membaca, mendengar, ataupun berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris pada setiap kesempatan yang kita temui atau yang bisa kita ciptakan. Misalnya, kita bisa menyisihkan waktu tiap hari untuk baca satu artikel bahasa Inggris dalam satu hari. Kalau satu artikel belum mampu, satu paragraf atau satu kalimat per hari pun tidak jadi masalah. Kita jadikan kalimat tersebut kalimat kita hari itu, dan kita gunakan kalimat tersebut dalam segala kesempatan yang mungkin ada dalam hari itu. Atau, kita bisa juga meluangkan waktu untuk mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa Inggris (lagu, berita, atau kaset-kaset berisi pembicaraan dalam bahasa Inggris) untuk membiasakan telinga kita terhadap bahasa asing tersebut. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah mendengarkan kaset-kaset (baik lagu, pidato, presentasi, atau kaset pembelajaran dalam bahasa Inggris) di mobil sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor atau sebaliknya. Kita juga bisa mencoba untuk menulis dalam bahasa Inggris (menulis memo, surat pendek, ataupun menulis rencana kerja yang akan kita lakukan selama seminggu atau untuk hari berikutnya). Pada prinsipnya, kelilingi hidup kita dengan bahasa Inggris yang topik-topiknya kita senangi atau kita butuhkan.
2. "Total commitment”.
Untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita, kita harus memiliki komitmen untuk melibatkan bahasa Inggris dalam hidup kita secara fisik, secara mental, dan secara emosional.
Secara fisik, kita bisa mencoba mendengar, membaca, menulis, dan melatih pengucapan dalam bahasa Inggris, terus-menerus dan berulang-ulang. Secara mental atau intelektual, kita bisa mencoba berpikir dalam bahasa Inggris setiap kali kita menggunakan bahasa Inggris. Misalnya, dalam memahami bahasa Inggris, jangan kata per kata, tapi arti secara keseluruhan. Kita bisa mencoba mengenali beberapa ungkapan dalam bahasa Inggris yang memiliki arti yang kurang lebih sama, misalnya: How’re you?, How’s life?, How’s business? (jangan terpaku pada satu ungkapan saja). Dan, yang paling penting adalah keterlibatan kita secara emosional dengan bahasa Inggris, yaitu kita perlu memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar bahasa Inggris, dan kita perlu mencari ”hal-hal positif” yang bisa kita nikmati, ataupun yang bisa memberikan kita keuntungan jika kita mampu menguasai bahasa Inggris. Hal-hal ini akan memberikan energi yang luar biasa pada kita untuk tetap bersemangat belajar bahasa Inggris. Ketiga aspek (fisik, mental, dan emosional) ini harus kita libatkan secara total dalam proses belajar kita, jika kita ingin belajar bahasa Inggris dengan lebih efektif.
3. "Trying”.
Belajar bahasa adalah seperti belajar naik sepeda atau belajar menyetir mobil. Kita tidak bisa hanya membaca dan memahami ”buku manual” saja, tetapi kita harus mencoba menggunakannya.
Pada tahap pembelajaran (tahap percobaan), sangat wajar jika kita melakukan kesalahan. Yang penting adalah mengetahui kesalahan yang kita lakukan dan memperbaikinya di kesempatan yang berikutnya. Akan lebih baik lagi jika pada saat mencoba kita mempunyai guru yang bisa memberitahu kita kesalahan yang kita lakukan. Guru tidak harus guru formal di sekolah atau kursus bahasa Inggris. Guru bisa saja sebuah kaset yang bisa kita dengarkan dan kita bandingkan dengan ucapan kita, sebuah buku pelajaran yang bisa kita baca dan cek jawabannya, atau bisa juga kenalan, ataupun kerabat yang bisa membantu kita jika kita ada masalah atau ada hal-hal yang ingin kita tanyakan. Kita tidak usah malu bertanya, dan tidak usah takut melakukan kesalahan. Dari pertanyaan yang kita ajukan dan dari kesalahan yang kita lakukan, kita bisa belajar banyak.
4. "Beyond class activities”.
Jika kita belajar bahasa Inggris secara formal (di kelas, di kursus), biasanya jam-jam belajarnya terbatas: empat jam seminggu, enam jam seminggu ataupun delapan jam seminggu. Yang pasti jam belajar di kelas ini tentunya sangat terbatas.
Agar belajar bisa lebih efektif, kita harus menciptakan kesempatan untuk ”belajar” juga di luar jam-jam belajar di kelas: berdiskusi dengan teman, mengunjungi websites yang menawarkan pembelajaran bahasa Inggris gratis, ataupun berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan teman-teman atau native speakers (baik melalui surat, email, ataupun percakapan langsung). Kita bisa juga mencoba membaca koran, majalah, buku-buku teks, mendengarkan radio, lagu, ataupun menonton acara-acara dan film. Agar proses belajar bisa lebih menarik, pilihlah topik-topik yang sesuai dengan minat kita, kebutuhan kita, ataupun yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang kita tekuni.
5. "Strategies”.
Jika komitmen, keberanian mencoba, dan menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian hidup telah kita terapkan, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi belajar yang tepat untuk menunjang proses belajar kita.
Strategi ini bisa kita kembangkan dan kita sesuaikan dengan kepribadian dan gaya belajar kita masing-masing. Ada yang lebih mudah belajar dengan menggunakan ”cue-cards”, yaitu kartu-kartu kecil yang bertuliskan ungkapan atau kata-kata yang ingin kita kuasai disertai dengan contoh kalimat yang bisa menggunakan kata-kata tersebut. Kartu ini bisa kita bawa kemana pun kita pergi. Kapan pun ada kesempatan (pada saat menunggu taksi, menunggu makan siang disajikan, ataupun pada saat berada dalam kendaran yang sedang terjebak kemacetan), kita bisa mengambil kartu ini dan membacanya serta mencoba melakukan improvisasi dengan kata-kata baru dalam struktur kalimat yang sama. Ada pula orang yang lebih mudah belajar dengan langsung berkomunikasi lisan dengan orang lain atau native speakers. Dari komunikasi ini mereka bertanya, mendengar, dan memperbaiki ucapan dan meningkatkan kosa kata mereka dengan gaya belajar kita.
GAYA BELAJAR
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Gaya belajar ini terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita mengenal gaya belajar kita, maka kita bisa memilih strategi belajar yang efektif, yang disesuaikan dengan gaya belajar kita masing-masing.
1. "Auditory learners”.
Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar dengan mendengarkan, maka kita memiliki gaya belajar ”auditory.”
Jika ini gaya belajar kita, maka kita bisa memperbanyak porsi belajar dengan mendengarkan, misalnya mendengarkan kaset-kaset pelajaran bahasa Inggris, lagu-lagu favorit kita, ataupun berita, pidato dalam bahasa Inggris. Kita juga bisa mendengarkan percakapan-percakapan dalam bahasa Inggris di film-film favorit yang kita tonton di bioskop, televisi, ataupun VCD. Dengarkan ucapan, ungkapan yang digunakan, perhatikan konteks ataupun situasi di mana kata-kata ataupun ungkapan tersebut digunakan. Lakukan hal ini berulang-ulang maka kita akan bertemu dengan ungkapan serupa yang dapat kita latih secara berkala, sehingga kita bisa makin mahir mengucapkan dan menggunakannya.
2. "Visual learners”.
Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar melalui input visual (gambar, tulisan), maka kita memiliki gaya belajar ”visual”.
Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Kita bisa membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang kita anggap penting, dan menarik di surat kabar, majalah, ataupun internet, untuk kemudian kita coba ceritakan kembali dengan kata-kata yang kita susun sendiri, baik dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk ucapan. Kita bisa juga membaca dan mempelajari contoh surat, proposal, brosur yang sering kita temui dalam melakukan pekerjaan kita. Untuk mencoba memahami suatu konsep abstrak, kita bisa menggambarkannya dalam bentuk visual: ”flow chart”, tabel, ataupun bentuk-bentuk visual lainnya.
3. "Kinesthetic learners”.
Jika kita lebih suka belajar dengan melakukan sesuatu atau bergerak, maka kita bisa belajar dengan menggunakan komputer (di mana kita harus menekan tombol di keyboard, atau mouse), sehingga kita tidak cepat bosan.
Kita bisa juga bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan bahasa Inggris (English Club) yang memiliki banyak kegiatan dan permainan yang melibatkan gerakan. Yang juga bisa kita lakukan adalah belajar dengan menulis (menggerakkan tangan untuk menulis), atau mencoba memahami sebuah kata atau ungkapan dengan membayangkan gerakan yang bisa diasosiasikan dengan arti kata-kata tersebut.
Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar (misalnya auditory dan visual, atau visual dan kinesthetic). Apa pun gaya belajar kita, jika kita sudah mengenalnya, bisa kita cari dan terapkan strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut agar hasilnya bisa lebih efektif.
BELAJAR SECARA ”ON-LINE”, GRATIS
Video diatas adalah salah satu video pembelajaran bahasa Inggris
yang disediakan secara online dan gratis oleh hugosite. com
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan belajar secara on-line.
Berikut adalah situs di web yang bisa membantu Anda untuk belajar ataupun berkonsultasi dalam meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Inggris, tanpa biaya (free-of-charge).
1. ESL go
ESL go.com menawarkan free online classes dan message boards yang dapat digunakan peserta untuk melatih grammar dan kosa kata. http://www.eslgo.com/
2. Bell English Online
Pelajaran bahasa Inggris yang bebas biaya dari Bell Schools, UK. Bell English online menawarkan ratusan latihan dang permainan untuk meningkatkan bahasa Inggris. http://www.bellenglish.com/
3. english @ home
Belajar bahasa Inggris gratis melalui newsletter, tips belajar, dan tips meningkatkan pengetahuan grammar, dan vocabulary dalam bahasa Inggris. http://www.english-at-home.com/
4. English for Free
Pelajaran bahasa Inggris gratis melalui email mengenai berbagai pokok bahasan termasuk Business English dan TOEFL. http://www.englishforfree.com/
5. ENGLISHonline.net
ENGLISHonline.net menawarkan pelajaran gratis mengenai percakapan dalam bahasa Inggris (satu pelajaran untuk satu hari). http://www.englishonline.net/
6. Business English Five
Menawarkan lima kata, ataupun lima kalimat dalam bahasa Inggris untuk bisnis yang dikirimkan ke alamat email Anda setiap minggu untuk Anda pelajari. Permintaan bisa diajukan ke edpro@cbn.net.id.
7. Hugosite.com
Hugosite.com menawarkan pembelajaran bahasa Inggris "reading, speaking and write" dengan pengantar berbahasa Inggris dengan video clip. http://hugosite.com/
8. Online English Courses
Situs ini sudah berdiri cukup lama dan menyediakan kursus gratis berbahasa inggris yang mudah bagi para penggunanya, kebanyakan pengguna situs ini merupakan orang asia. http://www.1-language.com/englishcourse/index.htm
9. Free English Language Lessons
Penyedia kursus online dari Inggris ini didukung oleh sejumlah organisasi dan universitas untuk memberikan materi-materinya. Ada berbagai kategori, yaitu menulis, berbicara dan memahami bacaan berbahasa inggris. http://english-online.org.uk/course
10. Test, Learn & Study English Online
Disini anda bisa menemukan kategori tes bahasa inggris untuk mengetes kemampuan bahasa inggris anda, dan belajar bahasa inggris terarah dengan beberapa sub kategori. http://www.world-english.org/
11. Advanced English Lessons
Program yang ditawarkan dari situs ini adalah belajar bahasa inggris untuk orang yang sudah bisa dasar-dasar bahasa inggris. Program ini sangat cocok bila anda ingin memperdalam kemampuan membaca dan mengerti bacaan bahasa inggris yang sering anda temui di buku literatur atau internet. http://www.englishpage.com/index.html
12. Free English Classes Online
Kelas-kelas online di situs ini menawarkan berbagai pembelajaran bahasa inggris mulai dari grammar, writing, reading dan tingkatan-tingkatan seperti beginner, intermediate dan advanced. http://www.eslgo.com/classes.html
13. Learning English
Program dari BBC, salah satu media broadcasting terkemuka dan tertua di dunia ini memberikan kursus online berbahasa inggris yang juga disertai bantuan audio untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan berbicara. http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/
14. Essential Lessons for Beginning English Learners
Jika anda seorang pemula belajar bahasa Inggris, disini anda bisa menemui pembelajaran penting dan sederhana untuk pemula agar mempermudah anda untuk belajar. http://esl.about.com/od/beginningenglish/ig/Basic-English/index.htm
15. English Activities Online for Kids
Jika anda memiliki seorang anak, adik atau murid, maka situs ini dapat membantu mereka untuk mempelajari bahasa inggris dengan bantuan beberapa visualisasi sederhana dan gambar-gambar menarik untuk anak. http://www.syvum.com/online/english.html
16. Visual English Activities for ESL Students
Pembelajaran visual bahasa inggris untuk siswa SD dan SMP ini memiliki berbagai macam fitur seperti gambar dan audio untuk melatih pengucapan, percakapan dan lain sebagainya. http://www.visualesl.com/
17. Activities for ESL Students
Situs ini hampir mirip dengan VisualESL di atas, namun dengan materi dan antarmuka situs yang berbeda. http://a4esl.org/
18. ESL Online Learning Games
Belajar bahasa inggris untuk anak lebih mengasyikkan untuk anak tersebut jika divisualisasikan dengan permainan. Anda dapat menemui permainan-permainan menarik untuk belajar disini. http://www.eslkidstuff.com/OnlineGamesMain.htm
19. Learning English for Kids
Les online belajar bahasa inggris yang disediakan oleh lembaga kebudayaan inggris yang terkenal ini memiliki banyak sekali media, materi dan kategori pembelajaran. http://www.britishcouncil.org/kids.htm
20. ESL and TOEFL Online COurses
Disini anda bisa menemukan kursus online bahasa inggris untuk ESL atau TOEFL. http://www.worldwidelearn.com/language-courses/esl-course.htm
Asal ada kemauan, pasti ada jalan, begitu kata pepatah. Setelah mengetahui prinsip belajar bahasa Inggris yang efektif (yang juga bisa kita terapkan untuk belajar bahasa asing lain, ataupun belajar pokok pelajaran lain), dan mengenal gaya belajar kita masing-masing, langkah berikutnya adalah menumbuhkan kemauan untuk belajar dan menerapkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita. Maka, belajar pun jadi lebih mudah, dan lebih menyenangkan. Good luck!n
Catatan :
Artikel tersebut diatas telah diedit dari tulisan yang judul aslinya "Bahasa Inggris?, Siapa Takut ?" ditulis oleh : Roy Sembel, Direktur MM Finance Plus, Universitas Bina Nusantara (www.roy-sembel.com), dan Sandra Sembel, Direktur Utama Edpro (Education for Professionals), edpro@cbn.net.id yang diterbitkan oleh Harian Umum Sore Sinar Harapan
Referensi/Sumber :
Mailinglist PGOL dan,
http://www.youtube.com/user/yttjd
08 Januari 2009
1000 Guru [dot] net
Salah satu program gerakan 1000guru yang sedang kita rintis adalah membuat perpustakaan elektronik yang berisi kumpulan rekaman audio visual (video) kuliah oleh para guru relawan untuk anak-anak level sekolah dasar-menengah. Sebagai perbandingan, untuk kuliah level mahasiswa adalah MIT World yang bisa dilihat disini: http://mitworld.mit.edu/ atau disini: http://jp.youtube.com/user/mit?ob=4 . Selain utk koleksi perpustakaan, kumpulan video perkuliahan ini rencananya akan kita bagi ke daerah-daerah yang kekurangan guru, dan belum terjangkau oleh internet, karenanya tidak terjangkau oleh program kuliah jarak jauh (telekonferensi) 1000guru. Skema ini juga menjawab permasalahan bagi guru relawan yang kesulitan memberi kuliah langsung jarak jauh karena hal-hal teknis: jam lokal terpaut sehari seperti di USA dan belahan dunia lain, atau kesibukan-kesibukan lain.
Karenanya, kami dari pihak 1000guru dengan segala kerendahan hati berkeinginan mengundang rekan-rekan untuk menjadi guru relawan program video pendidikan ini. Pada prinsipnya guru relawan merekam sendiri kuliahnya. Bagi yang turun semangat setelah membaca kalimat terakhir, saya bisa yakinkan bahwa merekam ternyata tidak sesulit yang kita bayangkan. Bahkan bisa jadi menyenangkan. Dibawah kami tulis cara merekam kuliah sampai level klik-friendly dengan menggunakan software yang gratis. Kuliah bisa tentang pengenalan profesi/keahlian masing-masing, pelajaran-pelajaran dasar untuk level anak SMA, kuliah motivasi, atau hal-hal lain yang dianggap berguna untuk adik-adik kita di SMA.
Sebagai contoh perkuliyahan, silahkan lihat rekaman dari salah satu tim 1000guru yang tingal di Dresden, Jerman, di link youtube berikut ini: http://jp.youtube.com/watch?v=I1TwSflpED0
atau klik video berikut :
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru relawan adalah:
- Kuliah berdurasi tidak lebih dari 25 menit, attraktif (lebih banyak berisi gambar dan/atau bagan) dan dikasih tekanan untuk merangsang atau memotivasi agar siswa tergerak untuk pengen jauh lebih tahu.
- Guru relawan hanya perlu merekam bagian isi: mulai dari perkenalan sampai isi kuliah. Bagian awal dan akhir akan ditambah oleh pihak editor dari 1000guru.
- Guru relawan diharapkan memakai template powerpoint 1000guru yang bisa didown load disini .
Salam hangat,
Tim 1000guru.net
Silahkan baca selengkapnya klik :
http://www.1000guru.net/content/view/82/146/








